KURVA DISOSIASI OKSIGEN PDF

Peningkatan CO2 ini akan mempengaruhi kurva oksigen terlarut dalam darah. Kurva disosiasi bergeser ke kanan ketika karbon dioksida atau konsentrasi ion. oxygen-haemoglobin dissociation curve kurva disosiasi hemoglobin oksigen. Creator: Hikmat. Language pair: English to Indonesian. Discipline: . Definition. PENGANKUTAN OKSIGEN Pengangkutan oksigen ke jaringan Sistem oengankut KURVA DISOSIASI hemoglobin-Oksigen, yaitu kurva yang.

Author: Neshakar Maujas
Country: Cayman Islands
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 7 August 2018
Pages: 126
PDF File Size: 19.76 Mb
ePub File Size: 13.49 Mb
ISBN: 359-7-80652-871-5
Downloads: 11285
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kagara

Pertukaran O2 dan CO2. Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 Cara yakni sebagai berikut. Hemoglobin merupakan protein tetramer kompak yang setiap monomernya terikat pada gugus prostetik heme, dengan BM Hb yang terikat pada O2 disebut oksihemoglobin HbO2 Dan yang sudah melepaskan O2 disebut deoksihemoglobin.

Yang menyebabkan O2 terikat pada Hb adalah jika sudah terdapat molekul O2 lain pada tetramer yang sama. Jika O2 sudah ada, pengikatan O2 berikutnya akan lebih mudah. Pengikatan O2 disertai putusnya ikatan garam antar residu terminal karboksil pada keseluruhan 4 subunit. Pengikatan O2 berikutnya dipermudah karena jumlah ikatan garam yang putus menjadi lebih sedikit. Perubahan ini mempengaruhi struktur sekunder, tersier dan kuartener Hb, sehingga afinitas heme terhadap O2 meningkat.

Setiap atom Fe mampu mengikat 1 molekul O2 sehingga tiap molekul Hb dapat mengikat 4 molekul O2. Hb dikatakan tersaturasi penuh dengan O2 bila seluruh Hb dalam tubuh berikatan secara maksimal dengan O2.

Menurut hukum kekekalan massa, bila konsentrasi substansi pada reaksi reversibel rneningkat, reaksi akan berjalan ke arah berlawanan. Sebaliknya penurunan PO2, menyebabkan reaksi bergeser ke kiri, O2 dilepaskan Hb, sehingga dapat diambil jaringan. CO2 yang dihasilkan metabolisme jaringan akan berdifusi ke dalam darah dan diangkut dalam 3 bentuk, yaitu:.

Setelah melepas O2, Hb dapat langsung mengikat CO2 dan mengangkutnya dari paru untuk dihembuskan keluar. Pada paru, oksigenasi Hb disertai ekspulsi, kemudian ekspirasi CO2. Dengan terserapnya CO2 ke dalam darah, enzim karbonik anhidrase dalam eritrosit akan mengkatalisis pembentukan asam karbonat, yang langsung berdisosiasi menjadi bikarbonat dan proton.

Membran eritrosit relatif permeabel bagi ion HCO3, namun tidak untuk ion H. Akibatnya, ion HCO3 berdifusi keluar eritrosit mengikuti perbedaan konsentrasi, tanpa disertai difusi ion H. Ion H di dalam eritrosit akan berikatan dengan Hb. Dalam paru, proses tersebut berlangsung terbalik, yaitu seiring terikatnya Hb dan O2, proton dilepas dan bergabung dengan bikarbonat, sehingga terbentuk asam karbonat. Dengan bantuan enzim karbonik anhidrase, asam karbonat membentuk gas CO2 yang dihembuskan keluar.

Jadi, pengikatan O2 memaksa ekspirasi CO2. Fenomena ini dinamakan efek Bohr. Kurva saturasi melukiskan pengambilan dan pelepasan O2.

  CHINMAYA MISSION BHAGAVAD GITA PDF

Kurva oksigen | Nico Leonardy –

Kurva untuk mioglobin bersifat hiperbolik, sedangkan kurva untuk hemoglobin berbentuk sigmoid. Proses pengikatan O2 oleh Hb terjadi dalam 4 tahap, tiap tahap melibatkan 1 atom Fe berbeda.

Ikatan O2 dengan 1 atom Fe akan memfasilitasi reaksi pengikatan O2 – Fe berikutnya, akibatnya afinitas Hb untuk O2 makin meningkat. Tahap reaksi pengikatannya sbb:. Afinitas tertinggi terdapat pada reaksi ke Bentuk kurva disosiasi yang mendatar pada PO2 yang tinggi disebabkan afinitas yang sangat meningkat pada reaksi ke Bagian kurva yang datar sesuai untuk kisaran PO2 antara mmHg.

Sebaliknya, pada kisaran mmHg, perubahan kecil pada PO2 akan memberi dampak cukup besar terhadap kemampuan Hb mengikat O2. Bagian kurva yang datar maupun yang curam memiliki makna fisiologi yang penting. O2 yang dibebaskan ini akan diambil jaringan untuk kebutuhan metabolismenya.

Pengankutan Oksigen by Ganong

Afinitas Hb terhadap O2 dipengaruhi beberapa faktor yang dapat menyebabkan pergeseran kurva disosiasi, yaitu: Kedaan ini berlangsung di kapiler pembuluh sistemik. Hal ini terjadi di kapiler paru, dimana sejumlah besar CO2 berdifusi ke dalam alveol. Suhu Efek peningkatan suhu serupa dengan efek peningkatan keasaman; kurva bergeser ke kanan. Kerja otot atau peningkatan metabolisme sel menghasilkan panas, sehingga memperbesar pelepasan O2 dari Hb untuk memenuhi kebutuhan jaringan.

Perubahan fisiologi yang menyertai pemajanan berkepanjangan terhadap ketinggian mencakup peningkatan jumlah eritrosit, konsentrasi Hb dan konsentrasi 2,3-BPG. Kurva tersebut juga dipengaruhi oleh okeigen darah, sehingga letak kurva ini pada darah arteri darah teroksigenasi lebih ke kanan dibandingkan dalam darah vena darah terdeoksigenasi. Hal ini disebabkan karena HbO2 bersifat lebih asam daripada deoksihemoglobin.

Maka di dalam darah kapiler sistemik, dimana kandungan HbO2 lebih rendah, kemampuan pengangkutan CO2 untuk PCO2 yang sama akan meningkat. Makin tinggi PCO2, makin banyak jumlah pembentukan ion bikarbonat. Menurut definisi Bronsted, asam adalah substansi yang di dalam larutan akan melepaskan ion H donor protonsedangkan basa adalah substansi yang mampu mengikat ion H akseptor proton. Walaupun saat metabolisme sel, selalu terbentuk produk asam eisosiasi akan dilepaskan ke dalam darah, pH tubuh selalu dipertahankan normal.

Hal ini penting, kerena semua enzim yang terlibat dalam aktivitas metabolisme dalam tubuh bergantung pada pH. Faktor-faktor yang herperan dalam mempertahankan pH darah yang konstan adalah buffer dalam darah, pertukaran gas dalam paru dan mekanisme ekskresi oleh ginjal. Beberapa oksigwn dalam darah antara lain ion bikarbonat, fosfat inorganik H2PO4dan proteinat protein plasma yang menjadi buffer, termasuk albumin dan Hb.

Semoga menjadi jelas penjelasannya didosiasi malah sebaliknya hehe. Posted by Isharmanto Gonzaga 1 comment: The main functions of the circulatory system can be summarised as follows: Overview of the circulatory system. The vessels which carry the blood can be divided broadly into three types: The Circulatory System and Gas Exchange.

  LPC2000 HITEX PDF

Schematic diagram of gas exchange in the circulatory system. The cycle can be divided into two stages, diastole when the heart is relaxed and filling with blood and systole when the heart is contracting and pumping blood into the arteries. The Valves of the Heart.

‘Kurva disosiasi oksigen/2’ presentation slideshows

The Blood Supply to the Heart. The Pericardium and the Wall of the Heart. The wall of the heart itself can be divided into three layers. The area at the back of the mouth where both food and air pass is the:. The small hairs which trap dust and smoke in the respiratory tract are:.

The red pigment in red blood cells that can carries oxygen and carbon dioxide is:.

Posted by Isharmanto Gonzaga No comments: Newer Posts Older Posts Home. Mendekati mid semester bulan oktober ini tentu soal semacam ini diperlukan maka saya posting saja agar bisa untuk latihan OK semoga berguna Ketika kami membuat preparat sederhana dari lapisan epidermis bawang merah yang kemudian dilihat dibawah mikroskop di Laboratorium Biologi Setelah anda disosiasii mengenal diri anda, sifatkelakuankekurangankelebihannyamulai sekarang anda harus kenal yang lain temannyaIni Akan kami sajikan tulisan sederhana tentang tumbuhan lumut dan paku yang tergolong Dalam kingdom plantae atau kerajaan tumbuhan.

Bahasa pengantar dalam Film 1. Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume dan substansi kimia sel yang tidak bisa kembali keasal Perhatikan Gambar ini Gambar di atas menunjukkan adanya peristiwa mutasi kromosom yang disebut sisosiasi a. disosiawi

Pengankutan Oksigen by Ganong

The structure of arteries, veins and capillaries. Gas exchange between an alveolus and adjacent capillaries. Anterior view of the heart in vertical section. Layers of the heart wall. The structure of myocytes in the myocardium. Pressure changes in aorta and left ventricle during cardiac cycle.

Systole and diastole in the arteries. Blood pressure in the blood vessels. Effect of sympathetic stimulation of arterioles on vascular resistance. Control of short-term blood pressure fluctuations by the baroreceptor reflex.